Tingkat Produktivitas bambu dan siklus panen melebihi lainya

Sebagai bahan bangunan ekonomi, tingkat produktivitas bambu dan siklus panen tahunan melampaui sumber daya tumbuh alami lainnya
.
Bambu dapat dipanen setiap 3-5 tahun karena tingkat pertumbuhan tanaman yang tinggi. Ketika membandingkan periode singkat pertumbuhan bambu dengan panen, dengan periode lebih dari 25 tahun untuk pohon kayu lunak dan lebih dari 50 tahun untuk banyak spesies kayu keras, bambu harus dipertimbangkan sebagai alternatif yang sangat baik untuk penipisan hutan kita
.
Follow Juga
Ig :@gazebobambumalang
Tiktok :@gazebobambumalang
Fb : gazebo bambu malang
www.gazebobambumalang.com
.
Info Pemesanan 0857.3310.5567
Workshop : Jl. Raya Lowokdoro No. 20 Kebonsari kota Malang

Bambu Laminasi, Bahan Alternatif Pengganti Kayu

Rumah bambu atau kayu akan memberikan kesan bangunan yang hangat dan menyatu dengan sekitar. Untuk fleksibilitas penggunaan material, saat ini, dikembangkan bambu laminasi, yang penampakannya menyerupai kayu. Mari mengenal bambu laminasi, alternatif pengganti kayu.
Terkait dengan papan sebagai salah satu kebutuhan primer manusia, bambu memberikan kontribusi penting terhadap kehidupan. Seiring dengan meningkatnya populasi dan permintaan atas rumah serta bangunan lain, persediaan kayu kian menipis. Kecepatan tumbuh pohon yang kayunya kita ambil tak seimbang dengan meningkatnya pembangunan rumah-rumah baru. Kita pun harus memikirkan bahan alternatif pengganti kayu.

Bambu menjadi pilihan yang baik untuk itu. Dibandingkan kayu, bambu punya banyak keunggulan. Laju pertumbuhan tanaman ini rata-rata 3–10 sentimeter per hari dan dapat dipergunakan dalam umur tumbuh 3–5 tahun. Sebagai material bangunan, bambu juga lebih lentur ketimbang kayu.

Selain itu, dari sisi lingkungan, bambu juga memberikan beragam keuntungan. Bambu mampu menghindarkan dan menahan erosi, memiliki kandungan biomassa yang besar, serta dapat memperbaiki kandungan air tanah.

Bambu laminasi
Untuk mengatasi kelangkaan material kayu, saat ini, dikembangkan bambu laminasi, semacam bambu olahan “siap saji” yang kekuatannya setara. Bahkan, mungkin lebih baik dibandingkan papan laminasi berbahan kayu.

Bambu yang bentuk aslinya berongga, tidak geometris, dan penampangnya bukan berupa lingkaran sempurna cukup sulit untuk dirangkaikan. Namun, teknik perekatan memungkinkan penggabungan beberapa elemen berbentuk balok menjadi satu kesatuan.

Untuk membuat bambu laminasi, dipilih bambu yang besar, tua, kering, dan tebal, seperti bambu mayan, andong, petung, atau wulung. Setelah pangkalnya dibuang, bambu dijadikan bilah-bilah memanjang dengan mesin pemotong. Penyortiran adalah tahap selanjutnya karena diameter bambu tidak selalu sama.

Langkah berikutnya adalah pengawetan. Bilah bambu dimasukkan ke dalam wadah berisi larutan pengawet dan dikeringkan untuk mendapatkan kadar air yang tepat. Setelah itu, dilakukan proses kempa (pengimpitan) dengan material perekat sehingga terbentuklah bambu laminasi. Tahap terakhir, bambu lapis dihaluskan permukaannya, lalu dicat dan divernis agar penampilannya estetis.

Dengan teknik laminasi, penggunaan bambu sebagai bahan bangunan menjadi makin fleksibel. Kita pun turut berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

source : https:/klasika.kompas.id/baca/bambu-laminasi-alternatif-pengganti-kayu

Bikin Rumah Dengan Modal Minim, Bisa Banget !!

Rumah bambu minimalis ukuran 4×6
cocok untuk villa, penginapan, guesthouse, hotel dll.
.
Info pemesanan hubungi @Gazebo Bambu Malang​
.
Pusat produksi GAZEBO BAMBU dan RUMAH BAMBU kota Malang.
.
WA : 0857 5510 3367
.
Alamat : Jl Raya Lowokdoro No 20 Kebonsari kota Malang.
.
Ikuti sosial media kami
FB : Gazebo Bambu Malang
IG. : @gazebobambumalang

×

Hello!

Klik Tombol di bawah untuk mengobrol dengan Kami di WhatsApp +62 857-5510-3367

×