oleh gazebo bambu | Agu 2, 2021 | Berita |

Bagaimana bambu melampaui baja?
Ketika kita mempertimbangkan kekuatan dari suatu material, ada variabel yang perlu diingat.
Kekuatan tarik dapat didefinisikan sebagai ketahanan yang ditawarkan oleh suatu keberatan untuk melanggar atau membelah di bawah tegangan.
Bambu lebih kuat dari baja dalam hal kekuatan tarik. Baja memiliki kekuatan tarik sebesar 23.000 pon per inci persegi, tetapi bambu melampaui baja dengan timah yang mencolok pada 28.000 pon.
.
Follow Juga
Ig :@gazebobambumalang
Tiktok :@gazebobambumalang
Fb : gazebo bambu malang
www.gazebobambumalang.com
.
Info Pemesanan 0857.3310.5567
Workshop : Jl. Raya Lowokdoro No. 20 Kebonsari kota Malang.
oleh gazebo bambu | Jul 28, 2021 | Berita |
Sejak zaman dulu, para leluhur bangsa Indonesia telah memanfaatkan tanaman bambu dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mulai dari tempat tinggal, peralatan memasak, peralatan makan, peralatan bangunan, bahkan dijadikan senjata untuk mengusir penjajah.
Salah satu pemanfaatan penggunaan bambu yang masih digunakan hingga kini adalah kerajinan anyaman. Kerajinan anyaman bambu di Indonesia banyak sekali jenis dan macamnya. Setiap daerah memiliki jenis anyaman bambu sendiri. Berikut Adalah Beberapa Kerajinan bambu untuk dicoba dirumah anda, antara lain :
1. Pot Tanaman

Dengan warna naturalnya yang mencolok, yakni hijau maupun kuning, bambu dapat memberikan sensasi warna kontras terhadap warna-warni tanaman yang ada di dalamnya. Produk kerajinan tangan dari bahan bambu satu ini memberikan opsi bagi kamu untuk mengoptimalisasikan keindahan warna-warni tersebut tidak hanya di permukaan tanah, tapi juga di udara.
.
2. Talang Air

Bentuk bambu yang menyerupai tabung membuatnya mampu mewadahi aliran air dengan baik. Meski jarang digunakan, pemanfaatan kerajinan tangan dari bambu satu ini mampu menambah estetika rumahmu dengan suasana yang natural
.
3. Meja Kursi Taman

Mungkin di rumah kamu juga terdapat beberapa furniture yang terbuat dari bahan bambu, seperti kursi, meja, atau bahkan lemari. Memang deh ya, pesona tanaman bambu tidak pernah habis dimakan zaman.
Meski zaman sudah semakin maju, namun minat masyarakat terhadap perabotan rumah dari bambu tidak ada habisnya. Buktinya, hingga kini kerajinan tangan furnitur dari bambu masih banyak dicari oleh masyarakat. Banyak pengusaha mebel di Indonesia yang juga melayani pemesanan furniture dari bambu ini.
.
4. Pagar Bambu

Setiap rumah pasti memiliki model dan desain sendiri oleh karena itu tentunya jenis pagarpun perlu di sesuaikan agar selaras. Namun bagi anda yang ingin menambah kesan natural pada rumah anda, tidak ada salahnya jika anda mencba pagar rumah yang bermaterial bambu, banyak jenis bambu yang bisa kita gunakan untuk mempercantik rumah dari segi eksterior, misalnya bambu kuning maupun bambu petung
.
5. Angklung

Angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi.
Secara umum, berbagai jenis kerajinan tangan dari bambu di atas dapat dibuat oleh siapapun menggunakan alat tertentu. Ada yang bisa dibuat dengan menggunakan alat biasa seperti gergaji, martil, dan sebagainya. Namun untuk kemudahan pengolahan bambu, anda dapat menggunakan berbagai mesin pengolah bambu, antara lain, mesin pemotong bambu, mesin pembelah bambu dan mesin irat bambu.
oleh gazebo bambu | Jul 8, 2021 | Berita |

Mengingat karakteristik yang dimiliki oleh bambu,
kami yakin bahwa bambu akan semakin populer sebagai bahan konstruksi dan juga bahan furniture, yang pada dasarnya merupakan pengganti kayu di beberapa industri. Tapi apa yang akan menjadi percikan yang memulai perubahan ini?
Pemerintah Indonesia telah memulai gerakan pada tahun 2016 yang disebut proyek Seribu Desa Bambu, idenya adalah membuat bambu lebih dikenal dan dimanfaatkan sebagai komoditas lokal yang dapat bersaing dengan pasar multinasional dengan menciptakan dan mendidik masyarakat lokal dan korporasi untuk menggunakan dan menanam lebih banyak bambu di seribu desa di seluruh Indonesia.
oleh gazebo bambu | Jun 17, 2021 | Berita |

Cara mengawetkan bambu secara alami paska panen seperti adalah sebagai berikut:
1.Sebaiknya bambu ditebang pada musim kemarau. Saat ditebang, pastikan umur bambu sudah cukup umur yaitu berkisar antara 3 – 4 tahun.
2. Bersihkan ranting-ranting dan daun dari batangnya.
3. Hilangkan getah yang ada dalam batang bambu dengan cara dipanaskan di atas bara api. Setelah dipotong-potong, lalu bambu direbus hingga mendidih.
Cara untuk mempercepat proses menghilangkan noda yang terdapat pada kulit bambu adalah dengan menambahkan 3 sendok makan soda untuk setiap 15 liter air.
.
Selain cara di atas, masih ada tips yang bisa kita pelajari tentang bagaimana agar bambu menjadi tahan lama. Menurut info yang dikutip dari situs http://kotakitaku-tamanbambunusantara.blogspot.co.id),zat gula yang terdapat dalam batang bambu dan cenderung digandrungi rayap dapat diantisipasi dengan cara memasukkan cairan garam (acid) ke dalam batang bambu yang sudah ditebang
Banyak metoda yang dilakukan oleh nenek moyang kita zaman dulu untuk mengawetkan bambu agar tahan lama.
Ada yang melakukannya dengan cara merendam bambu ke dalam lumpur sungai atau pantai.
Waktu merendamnya membutuhkan waktu cukup lama, yaitu berkisar antara 3-6 bulan.
Berbeda lagi dengan masyarakat sekarang, khususnya para perajin bambu yang kebanyakan memakai minyak tanah atau oli bekas sebagai bahas pengawetnya. Tentu saja cara ini bukan termasuk cara yang alami.
Usai melakukan proses pengawetan, sebaiknya bambu dikeringkan dengan cara menyusunnya secara vertikal dan terlindung dari sinar matahari. Proses ini bisa memakan waktu sekira 2 minggu, tergantung dari kondisi cuaca. Dengan dikeringkan di luar, berarti kita memanfaatkan aliran udara secara alami.
.
Sumber : http://jadipintar.com
oleh gazebo bambu | Mei 3, 2021 | Berita |
Rumah bambu atau kayu akan memberikan kesan bangunan yang hangat dan menyatu dengan sekitar. Untuk fleksibilitas penggunaan material, saat ini, dikembangkan bambu laminasi, yang penampakannya menyerupai kayu. Mari mengenal bambu laminasi, alternatif pengganti kayu.
Terkait dengan papan sebagai salah satu kebutuhan primer manusia, bambu memberikan kontribusi penting terhadap kehidupan. Seiring dengan meningkatnya populasi dan permintaan atas rumah serta bangunan lain, persediaan kayu kian menipis. Kecepatan tumbuh pohon yang kayunya kita ambil tak seimbang dengan meningkatnya pembangunan rumah-rumah baru. Kita pun harus memikirkan bahan alternatif pengganti kayu.

Bambu menjadi pilihan yang baik untuk itu. Dibandingkan kayu, bambu punya banyak keunggulan. Laju pertumbuhan tanaman ini rata-rata 3–10 sentimeter per hari dan dapat dipergunakan dalam umur tumbuh 3–5 tahun. Sebagai material bangunan, bambu juga lebih lentur ketimbang kayu.
Selain itu, dari sisi lingkungan, bambu juga memberikan beragam keuntungan. Bambu mampu menghindarkan dan menahan erosi, memiliki kandungan biomassa yang besar, serta dapat memperbaiki kandungan air tanah.
Bambu laminasi
Untuk mengatasi kelangkaan material kayu, saat ini, dikembangkan bambu laminasi, semacam bambu olahan “siap saji” yang kekuatannya setara. Bahkan, mungkin lebih baik dibandingkan papan laminasi berbahan kayu.
Bambu yang bentuk aslinya berongga, tidak geometris, dan penampangnya bukan berupa lingkaran sempurna cukup sulit untuk dirangkaikan. Namun, teknik perekatan memungkinkan penggabungan beberapa elemen berbentuk balok menjadi satu kesatuan.
Untuk membuat bambu laminasi, dipilih bambu yang besar, tua, kering, dan tebal, seperti bambu mayan, andong, petung, atau wulung. Setelah pangkalnya dibuang, bambu dijadikan bilah-bilah memanjang dengan mesin pemotong. Penyortiran adalah tahap selanjutnya karena diameter bambu tidak selalu sama.
Langkah berikutnya adalah pengawetan. Bilah bambu dimasukkan ke dalam wadah berisi larutan pengawet dan dikeringkan untuk mendapatkan kadar air yang tepat. Setelah itu, dilakukan proses kempa (pengimpitan) dengan material perekat sehingga terbentuklah bambu laminasi. Tahap terakhir, bambu lapis dihaluskan permukaannya, lalu dicat dan divernis agar penampilannya estetis.
Dengan teknik laminasi, penggunaan bambu sebagai bahan bangunan menjadi makin fleksibel. Kita pun turut berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.
source : https:/klasika.kompas.id/baca/bambu-laminasi-alternatif-pengganti-kayu