Tips Mengatasi Kutu Bubuk Pada Bambu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Benda-benda yang terbuat dari bambu harus dirawat dengan sebaik-baiknya. Walaupun bambu ini telah berubah bentuk, namun karakteristik dasarnya tetap sama. Bambu mengandung zat glukosa yang dapat menarik perhatian serangga-serangga untuk menggerogoti atau memakannya. Apalagi jikalau proses pengawetan bambu tersebut tidak dilakukan dengan benar, maka masih banyak zat glukosa yang tetap tertinggal di dalamnya. Sehingga perabotan/kerajinan berbahan bambu ini rawan diserang hama
Salah satu hama yang kerap menyerang bambu meskipun sudah diolah menjadi suatu produk kerajinan tangan yaitu kutu bubuk. Pada dasarnya, kutu bubuk merupakan hama utama bagi tanaman bambu. Tak hanya menyerang pohon-pohon bambu yang masih hidup saja, tetapi batang-batang bambu yang telah ditebang sampai produk olahan bambu pun tidak luput dari serangan hama yang satu ini. Kami sarankan lakukan upaya-upaya pencegahan sebelum bambu-bambu Anda dimakan oleh kutu bubuk.

1. Gunakan Bambu yang Telah Diawetkan

Bambu adalah material alami yang mengandung zat glukosa yang tinggi. Kandungan air di dalamnya pun tergolong cukup banyak. Maka tidak heran kalau serangga seperti kutu bubuk tertarik menyerangnya. Alasan utamanya yaitu serangga ini ingin mendapatkan makanan dari bambu. Kutu bubuk sebenarnya berusaha memakan bambu tadi dengan menggerogotinya. Agar bambu tidak diserang kutu bubuk lagi, solusinya yaitu Anda harus mengawetkannya. Proses ini akan menghilangkan kandungan air dan glukosa di dalam bambu yang tergantikan oleh bahan kimia yang bersifat racun. Bambu pun menjadi aman.

2. Suntikkan Bahan Kimia ke Dalam Bambu

Bambu yang sudah diawetkan menggunakan bahan kimia memang menjadi lebih aman dari serangan kutu bubuk. Akan tetapi, bahan kimia tersebut lama-kelamaan akan menghilang dengan sendirinya dari bambu. Dibutuhkan upaya sekali lagi untuk memasukkan bahan kimia ke dalam bambu agar tetap awet, terutama produk bambu yang sulit diawetkan memakai metode konvensional. Anda bisa menyuntikkan bahan kimia anti-serangga ke dalam substrat bambu. Berhubung proses penyuntikan/injeksi ini cukup rumit, kami akan membahasnya secara mendalam di artikel yang akan datang.

3. Lapisi Permukaan Bambu dengan Cat Khusus

Berbagai penelitian terus dilakukan untuk melindungi produk-produk olahan bambu dari serangan kutu bubuk. Kini telah ditemukan cat khusus yang memiliki kemampuan anti-serangga sehingga bisa memberi perlindungan kepada bambu agar tidak terserang hama. Cat ini telah ditambahi zat racun yang bersifat kontak sehingga dapat merusak lambung serangga yang mencoba memakan bambu tersebut. Anda bisa mendapatkan cat ini di toko bangunan terdekat dengan label cat anti-serangga. Cat ini bisa diaplikasikan menggunakan kuas, semprot, vakum tekan, dan perendaman. Tak hanya membasmi kutu bubuk dewasa, cat ini juga dapat mematikan telur dan larva kutu bubuk yang sudah ada di dalam bambu.

source:https://arafuru.com/solusi/3-cara-agar-bambu-tidak-dimakan-bubuk-dan-tidak-bubukan.html..

Inilah Permainan Masa kecil dari bahan bambu yang sangat seru untuk dimainkan

Di tengah maraknya perkembangan teknologi dan informasi saat ini, gadget merupakan barang yang tak bisa luput dari kehidupan sehari-hari. Anak-anak yang harusnya bermain bersama teman-temannya di luar rumah kini malah lebih suka stay di rumah sambil bermain gadget. Hal ini menyebabkan permainan tradisional mulai punah, bahkan ada yang namanya sudah jarang terdengar di telinga.

Misalnya saja permainan yang terbuat dari bambu. Padahal, mainan yang terbuat dari bambu sangat mengasyikkan dan dapat menambah keakraban seperti 5 jenis mainan bambu di bawah ini.
1. Egrang.

Siapa yang tak mengenal permainan satu ini? Permainan yang terbuat dari batang bambu tinggi ini sudah tidak asing di telinga. Egrang dulunya menjadi permainan yang sering dipertandingkan saat 17 Agustus-an. Namun sayang, popularitas permainan ini sudah hilang seiring berjalannya waktu.

2. Petasan Bambu.

Ada yang menyebutnya sebagai petasan bambu, ada pula yang menyebutnya mercon bambu. Cara memainkan petasan bambu mirip seperti meriam. Perbedaannya terletak pada bahan peledak yang digunakan. Kalau meriam menggunakan bubuk mesiu, sedangkan petasan bambu menggunakan campuran minyak tanah dan air, lalu dibakar hingga mengeluarkan bunyi.

3. Gasing.

Gasing termasuk permainan tradisional favorit anak-anak di tahun 90-an sampai 2000-an. Cara memainkannya sangat sederhana, yaitu dengan cara diputar pada poros yang seimbang, sehingga gasing dapat berputar lebih lama. Meskipun eksistensi gasing bambu sudah pudar, tetapi gasing bambu ini sangat awet. Bertubrukan hingga berkali-kali saja tidak pecah, berbeda jauh dengan gasing modern.

4. Pletokan.

Pletokan bambu adalah nama lain dari permainan tembak-tembakan di jaman dulu. Peluru yang digunakan bukanlah peluru sungguhan, melainkan peluru yang terbuat dari kertas yang sudah dibasahi sehingga tidak sakit saat mengenai anggota tubuh. Bermain pletokan bisa membuat kamu lupa waktu, apalagi permainan ini mirip seperti peperangan di gadget.

5. Layang Layang

Menerbangkan layang-layang setinggi mungkin adalah sesuatu yang paling bisa membahagiakan kamu saat kecil dulu. Benar, kan? Kamu bahkan rela berlari kesana kemari untuk mengejar layang-layang bila talinya putus. Sayangnya, sudah jarang toko atau warung yang menjual layang-layang karena peminatnya sudah sedikit.

Bila kamu tertarik untuk bermain, ajaklah temanmu sebanyak-banyaknya supaya lebih seru.

Dari 5 permainan bambu di atas, mana yang jadi favoritmu?

Source
http:/satujam.com/7-mainan-tradisional-indonesia-yang-terbuat-dari-bambu/

×

Hello!

Klik Tombol di bawah untuk mengobrol dengan Kami di WhatsApp +62 857-5510-3367

×